Bagi sebagian orang judi online dianggap sebagai salah satu cara mendapatkan penghasilan, tapi sayangnya hal ini malah membawa mereka ke kecanduan dan akhirnya kehancuran.
Di era digital seperti sekarang ini kita bisa mendapatkan penghasilan melalui berbagai cara dan tentunya lebih beragam dibandingkan dengan zaman dulu. Tapi sayangnya hal tersebut juga memberikan dampak buruk untuk orang-orang yang memainkan judol alias judi online. Di mana mereka beranggapan bahwa memainkan judi daring sebagai salah satu cara meraih penghasilan.
Bahkan ada yang beranggapan dengan memainkan judi online mereka bisa mendapatkan penghasilan besar tanpa harus bekerja keras. Tentu hal tersebut adalah anggapan yang keliru, pasalnya untuk mendapatkan penghasilan dan kekayaan judi bukan jawaban yang tepat.
Anggapan tersebut memang tidak terlepas dari iming-iming dan iklan judol di berbagai platform yang mengatakan bahwa para pemain bisa mendapatkan rezeki nomplok hanya dengan memainkan game tersebut. Faktanya itu semua hanya iming-iming belaka, lantaran banyak sekali pemain judi online yang akhirnya terjerumus ke kecanduan sehingga kesehatan fisik, mental, finansial, dan sosial pun terganggu.
Dalam pembahasan ini kami akan membahas terkait fenomena judi online di Indonesia yang dianggap memberikan uang cepat namun nyatanya sebagai jalan menuju kehancuran.
Mengapa Orang Tertarik dengan Judi Online?
Judol alias judi online memang begitu menarik jadi tidak heran kalau banyak orang yang terjebak ke dalam permainan tersebut. Memberikan iming-iming potensi kemenangan besar dalam waktu singkat menjadikan semakin banyak jumlah pemainnya setiap saat.
Hanya bermodalkan internet dan gadget orang-orang bisa mencoba keberuntungan di sana, apalagi sekarang modal yang dibutuhkan tidak perlu besar. Tapi sayangnya judol memang sengaja dikemas dengan sangat menarik oleh para bandar dan pengembang platform, tujuan mereka yaitu mengumpulkan uang taruhan sebanyak mungkin untuk memperkaya diri sendiri.
Kalau seseorang sudah mengalami kecanduan pasti ia akan terus-menerus memainkan game tersebut dan mendapatkan uang dengan cara apapun demi meraih kemenangan. Ada banyak hal yang jadi penyebab mengapa orang-orang tertarik dengan judi daring, di antaranya adalah sebagai berikut:
Promosi yang Menarik
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa judi daring baik itu platform slot online, sabung ayam, tembak ikan, judi bola, poker, roulette, dan lain sebagainya sangat menarik ditambah iming-iming hadiah besar dalam waktu singkat.
Iklan judi online yang muncul di berbagai platform sering menampilkan review dari orang-orang yang berhasil meraih kemenangan dan uang dari hasil permainan tersebut bisa mengubah hidup mereka jadi kaya mendadak. Pamer barang-barang mewah, jalan-jalan ke luar negeri, tabungan mulai dari puluhan hingga ratusan juta, dan kehidupan mewahnya ditunjukkan seolah-olah hal tersebut bisa dicapainya hanya dengan memainkan judi daring.
Kalau kita menggunakan logika, sayangnya itu semua hanyalah review fiktif. Karena tidak ada kekayaan, kesuksesan, dan uang besar yang bisa diraih secara instan. Malah lebih banyak pemain yang mengalami kerugian sehingga mempengaruhi kondisi finansial, emosi, dan fisiknya.
Akses yang Mudah
Akses situs judi online saat ini memang sangat mudah, bukan hanya situs dalam negeri melainkan luar negeri juga demikian. Tidak sama dengan kasino darat yang mengharuskan pemain mengunjungi suatu tempat yang mungkin jaraknya cukup jauh dari lokasi sehingga membutuhkan waktu dan pengeluaran tambahan, judol bisa diakses kapan saja tanpa batas.
Dokumen identitas yang diperlukan untuk registrasi di situs judol pun hanya email dan nomor hp yang aktif saja. Jika berhasil registrasi dan melakukan deposit maka pemain bisa menjalankan berbagai game yang tersedia di sana, bahkan secara anonim.
Kemudahan akses yang ditawarkan dianggap sangat menggoda, apalagi untuk anak muda yang sedang mencari uang tambahan lewat keseruan bermain game. Sayangnya hal inilah yang jadi awal penyebab seseorang mengalami kecanduan judi.
Realita Judi Online, Lebih Banyak Risiko Dibanding Keuntungan?
Walaupun iklan dan promosi dari judi online terlihat begitu menjanjikan, namun sayangnya sebagian besar pemain judol malah tidak benar-benar menang besar lho. Banyak situs judi yang memberikan kemenangan di awal permainan dengan jumlah sedikit untuk “memancing” pemain agar terus melakukan taruhan.
Kemenangan di awal yang jumlahnya sedikit ini membuat pemain merasa penasaran dan ingin terus bertaruh dalam jumlah besar dan jangka waktu lama. Jika dibiarkan saja tentu si pemain akan mengalami kecanduan, dan kalau sudah kecanduan situs judi tidak akan memberikan kemenangan untuk pemain tersebut.
Apalagi banyak mantan pemain judi yang mengatakan sangat sulit bahkan tidak mungkin suatu game kembali memberikan kemenangan lebih dari satu kali.
Dari penjelasan tersebut yang jadi pertanyaan adalah apakah judi online lebih banyak risikonya dibandingkan keuntungan? Nah, untuk menjawab hal tersebut maka simak penjelasan di bawah ini.
Efek Psikologis dan Kecanduan
Tahukah anda bahwa judi online ternyata punya karakteristik yang adiktif? Kalau seseorang berhasil mendapatkan kemenangan walaupun nilainya kecil, rasa percaya dirinya akan meningkat berkali-kali lipat. Tapi kalau ia mengalami kekalahan, tetaplah muncul dorongan untuk terus bertaruh sehingga bisa “membalaskan dendam” kekalahan yang sudah ia alami sebelumnya atau minimal mengembalikan modal.
Siklus ini sangat berbahaya dan sering disebut dengan “perjudian kompulsif” yang membuat para pemain sulit untuk berhenti bertaruh padahal ia tahu sudah banyak mengalami kerugian.
Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, situs judi pun sekarang ini sudah banyak yang memberikan “pancingan” ke pemain dengan cara pemberian kemenangan di awal permainan. Tujuannya agar si pemain terus bertaruh untuk meraih kemenangan dengan nilai lebih besar.
Sistem Telah Diatur untuk Menguntungkan Bandar
Jangan anggap platform judi online sebagai pihak yang baik, apalagi semua algoritma permainan di platform tersebut memang telah dirancang sedemikian rupa untuk jangka panjang agar platform terus mendapatkan keuntungan. Ini artinya perbandingan pemain mendapatkan kemenangan dan kekalahan memang lebih besar kekalahannya dibandingkan menang. Sedangkan bandar atau platform akan meraih keuntungan besar dari setiap taruhan pemain.
Merusak Hubungan Sosial
Mungkin hal ini belum banyak dipahami oleh orang-orang, judi online bukan hanya memberikan kerugian dalam segi finansial namun sangat merusak hubungan sosial. Seseorang yang sudah mengalami kecanduan memang lebih sering menutup diri, menghindari interaksi dengan keluarga, teman, atau pasangan, sering stres, dan bahkan bisa mengalami depresi. Ada juga tindakan kriminal yang dilakukan oleh pecandu judi online.
Dampak Finansial
Juga ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa pemain judol mengalami kemunduran finansial, ia mengalami bangkrut, menjual aset berharga, terlilit utang di berbagai pihak, menguras isi tabungan, dan lain sebagainya. Yang pada awalnya kondisi finasialnya terbilang baik tapi karena bermain judi online ia malah kehilangan banyak uang dan akhirnya terpuruk dengan keadaan.
Kesimpulan
Indonesia dan beberapa negara lainnya tidak mengizinkan perjudian dalam bentuk apapun, termasuk judi online ini. Pemerintah juga telah aktif melakukan pemblokiran situs dan permainan judol demi melindungi masyarakat agar tidak bisa mengakses permainan ilegal tersebut. Bahkan setiap tahunnya ada puluhan ribu situs dan game yang diblokir oleh pemerintah, namun sayangnya situs baru terus bermunculan dengan domain yang baru juga.
Judi online bukan hanya memberikan dampak buruk untuk diri sendiri namun juga keluarga dan kerabat terdekat, apalagi risiko dalam hal ekonomi dan mental. Ilusi mendapatkan uang cepat hanya harapan semu belaka, di balik promosi gencarnya judol hanya membuat para pemain merugi dan jika sudah kecanduan maka hanya ada penyesalan.
Walaupun situs judi online belum bisa diberantas 100% namun setidaknya anda bisa membatasi diri dengan tidak mengakses atau membuka peluang memainkan segala bentuk perjudian baik itu offline maupun online. Percayalah tidak ada cara instan untuk mendapatkan kekayaan dan penghasilan, dan anda harus bekerja keras untuk mendapatkan hal tersebut.
