Elon Musk kembali jadi sorotan, usai skema kontroversialnya memberikan $ 1 juta per hari untuk negara bagian menjelang pemilu AS 2024 lalu dinyatakan bukan bagian dari lotere. Hal ini telah diungkapkan oleh seorang hakim di Philadelphia.
Angelo Foglietta seorang hakim dari dari Pengadilan Permohonan Umum Philadelphia menolak untuk menghentikan program terkait Musk itu pada sidang yang berlangsung satu hari sebelum pemilu dimulai. Sedangkan Larry Krasner selaku Jaksa Agung Philadelphia mengunggat Elon Musk dan PAC yang merupakan pro-Trump karena sudah menjalankan permainan lotere secara ilegal.
Kampanye Pemilu Presiden AS Tak Memenuhi Kriteria
Dalam keputusan secara tertulis yang diterbitkan beberapa minggu lalu, Foglietta mengatakan bahwa kampanye pemilu tersebut tidak memenuhi salah satu kriteria yang ada. Tidak memenuhi persyaratan untuk permainan lotere yang sesuai dengan ketentuan hukum Pennsylvania (pembayaran, hadiah, dan kesempatan menang secara acak).
Musk dan Amerika PAC mengklaim bahwa siapa yang menjadi pemenang nantinya akan dipilih secara acak lewat daftar pemilihan di negara bagian yang sudah menandatangani petisi untuk mendukung kebebasan berbicara (freedom of speech) dan hak senjata.
Namun selama berlangsungnya proses pengadilan, pengacara dari para terdakwa malah mengakui bahwa kemenangan tidak sepenuhnya acak. Siapa yang berhasil menang telah dipilih secara cermat agar menerima hadiah sebesar $ 1 juta untuk kompensasinya dan bekerjasama dengan PAC bukan hadiah permainan lotere.
Orang yang akan mendapat $ 1 juta dipilih oleh organisasi lewat proses multi-langkah yang melibatkan beberapa posting-an publik di media sosial serta bertemu secara langsung sebelum dimulainya acara Balai Kota. Ini dilakukan untuk memastikan kepribadian mereka memang cocok untuk perannya, ungkap hakim.
Ada petisi “ditipu untuk informasi mereka” yang telah ditandatangani, Foglietta menuliskan bahwa DA tidak memberikan bukti apapun mengenai hal tersebut, jadi hanya spekulasi saja.
Ia pun menganggap semua hal yang dipermasalahkan dikarenakan sidang dilakukan secara mendadak, yaitu sehari sebelum pemilu dimulai. Kemudian Amerika PAC juga memutuskan tidak ada pihak dari Pennsylvania yang berhasil mendapatkan hadiah terakhir.
Elon Musk Digugat
Elon Musk dan Amerika PAC digugat class action yang diajukan oleh penduduk Arizona yang sudah menandatangani petisi. Seorang penduduk yang menggugat ini meyakini bahwa ia punya kesempatan untuk mendapatkan hadiah tersebut, ia mengklaim Elon Musk telah melanggar perjanjian kontrak.
Dari pengajuan tersebut dikatakan, seandainya penggugat menyadari bahwa ia tidak punya kesempatan untuk memiliki $ 1 juta maka ia tidak akan menandatangani atau mendukung petisi dari Amerika PAC dan tidak memberikan data pribadinya ke tergugat.
Petisi Amerika PAC juga tidak membatasi penggunaan maupun penjualan data pribadi yang dikumpulkan oleh PAC, tidak ada informasi yang jelas mengenai penggunaan data.
